Penanganan korban bencana banjir lamban, DPRD Situbondo gerak cepat.

2025-03-09

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo menggelar rapat untuk menyoroti lambannya penanganan korban bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dari pengaduan para korban yang terkena dampak bencana. Rapat yang dihadiri oleh para anggota DPRD, Ketua TAPD serta Pimpinan OPD Kabupaten Situbondo. 

Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Mahbub Junaidi Senin, 10/03/25. Di ruang rapat gabungan sekertariat DPRD Situbondo. Dalam rapat tersebut Mahbub menyayangkan lambannya penanganan dampak bencana banjir karena hingga saat ini masih belum tersentuh. Kami menyatakan keprihatinan atas kondisi para korban yang masih belum mendapatkan perhatian dan bantuan yang memadai.

Dari hasil rapat tersebut, Mahbub menjelaskan bahwa setelah kita urai satu persatu yang pertama dari sisi infrastruktur, ternyata sungai yang terdampak kebanyakan mayoritas milik provinsi jawa timur jadi kita mau membagun atau merehap sungai itu bukan kewenangan daerah, kemudian mau menunggu anggaran dari provinsi pun tidak mungkin. Apalagi melihat curah hujan hingga saat ini masih tinggi, maka salah satu solusi adalah memasang bronjong atau membangun konstruksi yang sifatnya darurat paling tidak untuk meminimalisir dampak susulan." Ungkap Mahbub

Tadi juga disampaikan sesuai janji mas wakil gubernur yang kemarin juga melihat dampak banjir di salah satu kecamatan, akan memberikan bantuan bronjong tetapi tidak ada batunya. Karena dari provinsi hanya berupa bronjong saja tidak ada anggaran untuk pembelian batu, maka tadi disepakati akan dianggarkan melalui BTT (Belanja Tak Terduga) untuk dibelikan batu.

Untuk rumah yang terdapak ada 118 belas rumah tadi juga disepakati untuk bantuan pembagunan rumah rusak berat akan diangarkan sebesar 15.000.000 per-rumah dan anggaran itu pun juga diambilkan dari BTT dan jika ada dana lain dari luar pemerintahan misanya Baznas atau organisasi yang lain kita persilahkan, toh itu di peraturan perundang- undangan juga diperbolehkan, masyarakat berperan aktif dan berpatisipasi."Tegas Mahbub.

Kemudian untuk pertanian yang terdampak akan diberikan bibit dan pupuk serta fasilitas umum lainya, seperti jembatan akan dibangun jembatan darurat paling tidak bisa di gunakan sementara oleh masyarakat sambil menunggu pengajuan anggaran yang akan datang." Ujarnya.

HUMPRO DPRD KAB.SITUBONDO


Berita Populer






Sidak Monitoring III
Dibaca 852 kali